Tak Semudah Membalikan Telapak Tangan – oleh Ulan Fitriani

Kamu memberiku kekuatan sebuah cinta. Pada cinta yang membawaku pada rasa yang nyata, pada cemburu yang nyata, dan pada sakit yang menyiksa. Waktu menghimpitku untuk bergerak. Hatiku dan Pikiranku saling mengadu menentang rasa. Berucap tak berucap sama saja. Sakit dan sakit yang bersahaja. Ia menduduki posisi yang utama bagaikan raja. Padahal hatiku tak sekuat baja. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Takdir bukan kebetulan – oleh Ulan Fitriani

Pada dasarnya; nantinya kita sama-sama tahu. Untuk apa kita dipertemukan? Kita dipertemukan untuk saling mengenal dan memahami rasa, juga saling mencintai yang semata-mata hanya karena ridho-Nya dan hanya untuk-Nya. Dan ini adalah kodrat, takdir yang bukan kebetulan. Kita akan bercerita tentang masa lalu tanpa kata pencemburuan, dan hal itu diganti dengan gelak tawa yang kita […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mengagumi Dalam Diam – oleh Ulan Fitriani

Aku… Hanya bisa mengagumimu dalam diam Menyampaikan semua lika-liku rasa kepada-Nya Tentang bagaimana aku menyukaimu dan dengan menyampaikan rangkaian doa yang terucap Aku suka seperti ini, mengagumimu dalam diam Terlihat biasa-biasa saja atas rasaku padamu Namun, memiliki berjuta rasa yang sesungguhnya padamu Kamu tidak perlu tahu bahwa aku yang mengagumimu Namun, kamu harus tahu bahwa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Butiran Khayal – oleh Ulan Fitriani

Kau tahu? Aku terlalu meninggikan pengharapan yang menampakkan kekecewaan Aku tahu itu tidak baik Tapi kamu, selalu membuat penasaran akan gejolak cinta yang kau cipta Aku sering menunggu, memperhatikan waktu detik demi detik yang kau lalui Menghitung derap langkah yang kau torehkan pada setiap jejak-jejak kisahmu Aku berada diselatan, kau pergi ke utara Bukan aku, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sebab (Rintihan Hati) – oleh Ulan Fitriani

SEBAB (Rintihan Hati) by Ullan Fitriani. Sebab mencintai mu bukanlah keinginan ku Sebab memiliki mu bukanlah dambaan ku Sebab bahagia dengan mu bukanlah suatu keistimewaan Sebab tangis ku tak selamanya untuk mu Sebab menggilai mu bukanlah untuk mu Sebab kenangan indah tak berarti untuk mu Sebab melihat mu bukanlah berarti bahagia Sebab lelucon mu tak […]
Baca puisi selengkapnya…