Ini menyakitkan – oleh Rahimatus Sania

Ku melipat kaki dipojok ruangan yang gelap dan kotor Tertawa disiang hari seolah tak apa – apa Baikah jika aku terus hidup seperti ini? Ini menyakitkan Ditenggelamkan oleh orang yang ku selamatkan tempo hari Atau mungkin ditikam oleh wanita yang melahirkan ku Kedua nya begitu menyakitkan Mana yang harus aku selesaikan lebih dahulu? Tugas yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hanya seperti ini? – oleh Rahimatus Sania

Dengan seksama embun mengarah ke kompas Membuat misi baru agar tak perlu berkorban Apakah baik jika berpaling dan menyerah karena takut kalah? Apakah baik jika memejamkan mata dan melepaskan semuanya karena takut gagal? Aku tak tahu… Membuka mata dipagi buta dan memulai ketakutan dihari ini Takut akan masa depan yang sebentar lagi akan terungkap Takut […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Stigma Yang Kalian Ciptakan – oleh Rahimatus Sania

Aku terpenjara atas pandangan dari orang lain Ku mohon berhenti menatap ku dengan tatapan begitu Mari berkenalan jika diperlukan Mari saling berbincang jika kau masih ingin menilai ku Mari kita keluar sesekali dan bermain untuk menghindari kesalah pahaman Kamu tak bisa melihat ku Karena itu hanya tutup mulut mu Dan keluarkan aku dari stigma ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menunggu berakhir – oleh Rahimatus Sania

Aku tak menangis saat ditinggalkan Terjatuh dalam sayap yang penuh luka Dan berlumur darah bersamanya Kenapa harus tertawa saat akhirnya sama sekali tak indah ? Menatap masa depan suram yang hanya merusak oksigen di sekitarnya Semangat hanya memusnahkan mu Buang saja tatapan kosong itu dalam ketidak inginan mu meniti hari esok Atau tutup telinga mu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mimpi Indah ? – oleh Rahimatus Sania

Melupakan adalah salah satu keharusan Dia tak ingin terluka karena itu tidak memulai Gadis ini sudah terlalu lama delusional hingga terlalu malu untuk menanyakan waktu dimana ia berpijak Meninggalkan begitu banyak kejadian dengan berendam dalam mimpi lunastic nya Dia tak peduli ? karena yang ia perlukan hanya bermimpi lebih banyak untuk apa menghadapi kenyataan yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Adalah Kebohongan – oleh Rahimatus Sania

dalam masa yang tak ada aku mendengar tangisan seseorang Ia meneriakan kebohongan yang ku tahu dengan jelas langit mulai mencair, membeku kemudian terulur bukankah Aku hanya harus mengakui kebohongan ini ? tapi kenapa Aku malah berlari dan berpura – pura tidak mengetahui ? Kamu yang menangis menarik dan merengkuh ku kedalam bayangan yang ku takutkan […]
Baca puisi selengkapnya…