Sedang aku… ? Sakit…! – oleh Alvia Destiara

Dinding itu terlalu tinggi ia telah memisahkan kita terlalu lama namun janur kuning dan ucap janjimu di pelaminan kini memisahkan kita selamanya… mengapa? karena bukan ucap janji untukku, ada sosok lain yg tengah bahagia memilikimu seutuhnya… aku tau, aku takan pernah bisa merubah takdir, namun semakin kucoba menepis rasa sakit ini, semakin tersayat,tercabik hati yg […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menatapmu – oleh Alvia Destiara

Lama tak tertuang sebuah kata Sempat terlupa dari segala ingatan Kenangan yg terukir hilang ditelan waktu Sejenak hening dalam gelap Terlihat sosok yg dulu di rindu Terdengar alunan mengingatkan Mengupas kembali masa silam Sebuah tanya tersirat… masihkah aku yg terindah? bukan terindah dalam kenangan Tapi terindah dihatimu Meski bukan aku lagi disana… Masihkah aku yg […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dan mungkin “LAGI” – oleh Alvia Destiara

ocehan rasa yang tak sirna mengoyak cinta yang nyaman isakan hati yang bersembunyi entah sampai kapan tertahan tak terungkap Yaa… seolah kan kembali cerita derita lampau yang kutakuti bagaimana tidak? seakan cinta ini bukan aku saja yg menjalani rintangannya tetap sama ! “Susah Restu” ! apa akan tetap sama juga ? “Berujung Perpisahan” ! “Berkorban […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ukiran Kisah – oleh Alvia Destiara

Seringkali ku tengok sebuah kisah masalalu Tanpa kusadar , lebih indah kisah yang kan terukir didepanku Seringkali ku pikir kisah lalu takan terganti Tanpa kusadar, perginya hujan menciptakan pelangi yang indah Lalu saat pelangi itu tercipta, warna apa yang harus kupilih? Agar tiada lagi kisah yang kuukir menjadi kisah masalalu yang kan kutengok kembali nanti… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Wanita Itu Perasa… – oleh Alvia Destiara

Terkadang aku takut akan sebuah pertemuan, Ketika nyaman,ada saja yang membuat perpisahan Terkadang aku tak percaya akan perasaan, Ketika menaruh, ternyata rasa itu salah Sering kuingin bermain logika Namun perasaan selalu lebih dulu hadir Semua hadir begitu saja, tanpa kuingin, tanpa kuharap “kehilangan, kepergian, kesepian” seakan terus menghantui Sepertinya ingin sekali mereka terus menakuti rasa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Maafkan – oleh Alvia Destiara

Rapuh terasa dalam diri karena aku hanya bisa membuatmu menangis aku tak pernah bisa membuatmu bahagia aku hanya bisa mengecewakan semua harapan-harapanmu Kisah itu telah lama kututupi darimu namun memang ada saatnya dimana kau akan tau semua dan pada akhirnya, kecewa yang kau dapat dariku masih pantaskah aku memanggilmu mama? sedang aku tak pernah pantas […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hatimu kan Tetap Milikku – oleh Alvia Destiara

Berjuta detik tak terhitung Tiada kabar yang bisa kudapat hanya kutahu jika kau telah bersamanya menjalin cinta yang mengiris batinku berpasrah diujung jalan yang tak berarah berharap masih aku yang berjalan disampingmu namun apadaya harus kuterima semua bahwa aku hanyalah sepenggal masalalu yang tak mungkin kau toleh kembali namun, diujung jalan kepasrahanku kau hadir kembali […]
Baca puisi selengkapnya…