Dear my love – oleh Tiara Gayatri

Lentera itu datang Menghapus redupku Menerangi hatiku yang hampa Menerangiku dengan sejuta cahaya cinta dan kasih sayang Ku ingin selalu begini Berjalan bergandengan di bawah sinar rembulan Di bawah cahaya bintang Yang selalu bersinar terang Tak ada takut, tak ada resah Saatku bersamamu, cintaku Hanya gembira, canda dan tawa Yang selalu kau bawa Aku bersyukur […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Badai cinta – oleh Fitri Anju Safhira

Waktu rasa ini mulai tumbuh Ku kira aku manusia sempurna Ku kira aku manusia hebat Karna dapat mengenal dan mencintaimu. Setelah rasa cinta ini semakin dalam Ternyata semua berubah Duniaku semakin kelam Seakan di terjang badai besar Aku mencintaimu Tapi kau cinta dia Aku menyayangimu Tapi kau sayang dia Oh tuhan, badai seperti apa ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sajak rindu – oleh Martha Fitrianto

angin pagi yang menemani saya berkeluh kesah saya titipkan sebungkus rindu yang terbalut jarak kepada abgin yang menemani saya tadi pagi berkeluh kesah saya ceritakan semua kisah kita, kisah kita kala bersama-sama naik sepedah sambil merancanang masa depan ,kisah kita kala bersama menatap rembulan kisah kita kala meminta titik air berhenti sungguh banyak kisah kita […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tenggelam dalam penantian – oleh Ida Ismara

Penantianku berakhir dikehancuran Menghadirkan perasaan yang tak pernah ku kenal Semburat merah saga terpancar dikejauhan Sadarkan diriku bahwa sesuatu telah hilang Sang waktu tiada mengenaliku Dia terus melaju menggerogoti senjaku Hingga akhirnya tiba dirembang malam Dan rembulan tersenyum diperaduan Ibarat bunga diriku tak lagi berseri Pudar warna dan tiada harum mewangi Hari-hari yang ku lalui […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ku kenang kartini – oleh Tiara Gayatri

Kau yang membuka jalan itu Jalan kegelapan menuju bumi putra merdeka Bagi kaum hawa Yang selalu dibatasi, dikekang, dan pasrah menerima siksaan jiwa. Kau korbankan jiwa ragamu Hidup matimu hanya untuk berjuang Menghapus dinding pemisah itu Menghapus segala perbedaan ‘tuk selamanya Wahai srikandi Kini tak ada lagi perbedaan Tak ada lagi dinding pemisah Berkat jasamu, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pergulatan panjang – oleh Ida Ismara

Ku tatap diriku uang terbujur kaku tanpa seorangpun tahu kalau diriku telah beku. Mengembara di kesunyian jiwa Mencari harga diri yang telah sirna Terhempas badai angkara Yang melanda tiba-tiba Dengan wajah yang menelas Ke melangkah dengan lemas Meninggalkan segalanya Walaupin hati tiada ikhlas Bertahun diriku terkubur Bersemayam di dalam kubur Tanpa doa tanpa setangkai bunga […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta sejatiku – oleh Evi Yulastri

Tidak ada setitik kecil pun terbesit rasa benci terhadapmu… Kehilangan hadirku karna aku sedang mengendalikan ego diriku … Rasa sayangku masih sama seperti dahuluu Kepergianku, bukan karna aku sangat kuat menahan rasa sakit ini Tapi ini sudah menjadi rutinitasku Menahan perih yang kau toreh dihatiku.. Sekarang aku tahuu, Bahwasanya cinta sejati tak mestilah aku umbar […]
Baca puisi selengkapnya…