Pilu – oleh Agnes Rensi.B

Saat ku termenung,terbayang sakit tak tertahan.. Bagai luka permanent yang tak kunjung hilang dari kalbu.. Air mata berkali-kali jatuh membasahi pelupuk mata.. Batin ini tersiksa oleh luka-luka yang mereka beri.. Aku tak mengerti apa salahku terhadap mereka.. Apa mereka percaya akan ucapan pendusta.. Aku begitu tersiksa sendiri disini tiada yang menemaniku.. Hanya diriku sendiri yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hilang – oleh Auviq Listyo Syahdewo

Berjalan melintasi ruang gelap ini Menyusuri sepinya malam itu Mencari bayangmu yang perlahan menghilang Menjauhi diriku yang lemah tanpamu Mungkinkah aku telah mati dalam perasaan ini ? Terjebak dalam kebingungan untuk dapat memahami rasa ini Penat mengingat kenangan lalu itu Senyumanmu kini telah tertutup kabut Kerinduanku hanya rasa hampa yang tak terbalas Langit mendung terlah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kasih tak sampai – oleh Angel Septianingsih

Awalnya aku tak pernah tau apa itu cinta? Bersamamu aku menjadi tahu Cinta itu apa Namun tak ku sadari dirimu hanya singgah di hatiku… Kini pergianmu mengiringi isak tangis hatiku Tak pernah ku tampakkan padamu Namun dihatiku selalu bersedih dan kau tak pernah tahu semua itu… Mengapa? Mengapa aku baru menyadari semua ini? Andai aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Entah – oleh Nanda Arnesa

Kini malam membawaku dalam perasaan semu Menggauli kesunyian yang tiada berujung Aku pasrah menahan gejolak di dalam dada Pertanyaan dalam hati yang begitu rumit dimengerti Terbuat dari batukah hatimu? Sadarkah orang yang berada di sampingmu ini terluka? Entahlah… Aku yang terlalu bodoh Atau kau yang tak punya hati Namun… Aku tak tahu mengapa Rasa ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lebih Baik Sendiri – oleh Risna Karmayanti

sakit jika percaya namun di khianati, sakit jika sayang tapi di tinggalkan, sakit jika menunggu tapi tak kunjung kembali, lebih baik sendiri dunia ini bukan karena dia, dunia ini bukan untuk dia, dunia ini bukan tentang dia, lebih baik sendiri tertawa bersama tapi menetawakan di belakang, makan bersama tapi di makan dari belakang, cerita bersama […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Teringat Lagi – oleh Najwa Futhana Ramadhani

Cahya bintang mengerjap, Begitu kemilau Mengalahkan gelapnya malam Tersenyum, Mentari pagi siap kusambut. Selamat malam, Kukatakan dengan semestinya Walau kau tak menjawabnya Kau hanya bisu mendengarnya Seolah aku tak ada Dan kau diam saja. Sakit hati yang teringat lagi Tak bisa kumanut pada sang Nasib Tak bisa kumanut pada sang Waktu Berontak, Ingin kuhapus ingatan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hilang Kalbu – oleh Ratna Nuryani

Nyanyian sendu di kala malam menjemput Membuat kalbu tersayat perih Teringat senja dulu yang temani nyayian hati Kini musnah pergi dan hilang Entah kapan Gemuruh perih nyayian itu berakhir Sorak sorai celoteh ganas Menghujat kalbu tingalkan luka Sayatan demi sayatan terus merobek hati Tinggalkan satu cerita penuh arti Hati yang semula kokoh seolah rapuh Entah […]
Baca puisi selengkapnya…