Sebuah Penyesalan – oleh Ida Ismara

terlalu letih tubuh ini, berjalan menelusuri ribuan detik yang terhampar terlalu enggan kaki ini, melangkah terus tuk meraih dan menggapai sayatan dikulit terasa begitu sakit,sedangkan luka didalam dada terasa kian menganga. lelah…..jiwaku meradang….tak kuasa untuk bertahan kesedihan telah menyelimuti sekujur badan, penyesalan terasa sangat menyesakkan. tak ingin….tiada lagi yang ku inginkan….satu-satunya yang kini ku harapkan, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menyesal – oleh Ayu Susilowati

Tanda pembatas jalan Menandakan peringatan Kota yang ramai Nyatanya tak senasib dengan rasa dihati Lalu lalang kendaraan Tak sebayang apa yang diinginkan Sudah larut malam Bunyi sirine kereta telah menemani Pada lamunan sepi Membayangkan masa kecil dihati Dulu aku tak sempat Mengumpulkan bekal untuk masa depan Bekal yang harus kukumpulkan Dulu malah menjadi beban Aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bukan muslimah – oleh Yenny Anggraini

Menatap mukena dan sajadah Sungguh agama yang indah Diri ini masih jauh dari solehah Tapi mengapa ingin di bilang wah Terkadang menangis Seolah hati di iris Berdoa pada ilahi Mohon ampunan pada dosa ini Sungguh ku tak tahu lagi Ada apa pada diri inii Yang tak bisa perbaiki diri Hingga semua penyesalan datang Tiba tiba […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rasa Terlupa – oleh Lulu Meilinda Mulyono

Aku terpaku oleh sosok hawa Tersenyum manis laksana senja Indah matamu dibalik kacamata Tak berpaling walau sementara Aku memasuki ruang gelap Dimana hanya namamu gemerlap Kilau itu hanya sekejap Melangkah pergi tinggalkan asap Asap kenangan menertawakanku Debunya hilang bersama pilu Melihatku yang terlampau kacau Apakah apinya tetap terpaku? Aku sentuh lipatan buku Memandang sosok tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Palsu – oleh Meli Susilawati

Bunga memang indah Harumnya begitu menggoda jiwa Warnanya yang merona Mampu meracuni siapa saja Kupu-kupu kadang tertipu Harumnya nektar bukanlah madu Tapi racun yang membunuh kupu-kupu Ia begitu indah di luar Siapapun yang memandang Tak mampu berdalih mata Tak mampu membuang rasa Tangan yang tak bersalah Menggenggam erat bunga neraka Sungguh indahnya ia Racun yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tinta Hitam – oleh Reza Fahlevi

Setelah bertahun-tahun ia mencoba Berlari dari mimpi buruk yang telah mengurungnya Ia berdiri kemudian berlutut Menangisi banyak hal yang telah terlewati Kembali bertanya-tanya, di mana cahaya itu Kenapa tak jua kembali Ribuan penyesalan tak mungkin disembunyikan lagi Ia bertanya, “oh Tuhan apa aku berlari begitu jauh sehingga cahaya tertinggal olehku? Atau aku yang telah mengabaikan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Penyesalan diakhir hidupku – oleh Nassarudin01

yang telah ternoda.. Demi memperbaiki Iman yang telah ternoda oleh dosa , dan demi mencerahkan Iman yang telah teredupkan oleh kegelapan Sendiri kutangisi semua dosa-dosa ini.. Sambil memohon kekuatan besar untuk perubahan.. Kepada ALLAH Yang Maha Kuasa Semoga Dia kan berkenan dan mengabulkan semua doa ini Aku hanyalah mahluk hina, lemah yang tak berdaya.. Tanpa […]
Baca puisi selengkapnya…