Lenyap sudah – oleh Arif Rochman TA

Meski cerita ini tak lagi sama Namun.. Rasa takkan berubah Sama halnya, Dengan hati yang tak terobati. Semangat yang luntur Hingga membuat harapan terkubur Masih ku ingat… Saat dimana kau buat bahagia aku dengan caramu Kini semua lenyap Terkubur bersama dengan ragamu. Tinggal kenangan Tinggal kesedihan Yang merangkul jiwa tanpa kasihan. Lenyap sudah – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pasrah Pada Waktu – oleh Arif Rochman Tri Atmojo

Sekali lagi ku diam… Merebahkan tulang ke tembok Yang terasa begitu tajam Ku tatap lagi diriku Di depan kaca.. Yang seakan mengoyak isi batinku Ku sibakkan sedikit rambutku Berharap bebanku takkan lagi bertambah. Tapi tetap saja malam berganti Tanpa peduli.. Tanpa menanggapi. Waktu terus berlalu Mencengkeram erat Sisa kenangan dan Bahagia yang telah semu. Pasrah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kenangan yang telah pergi – oleh Phangeran

Saat aku diam Sejenak kuterbayang semua kenangan perlahan berubah menjadi kehampaan… Semua cerita, Semua kisah, dan kenangan waktu dulu lenyap sudah dimakan waktu Hanya meninggalkan kenangan yang haru… Kini.. Lenyaplah semua itu Semua kenangan yang terukir waktu itu Kini pergi tiada menjamu meninggalkan sebuah luka didalam qalbu serta penyesalan selalu menghantuiku… Kini ku diam terbaring […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kenangan persahabatan – oleh Rizqi Maulidhah

ditempat ini kita merangkai ikatan ikatan yang akan abadi selamanya kenangan dan kisah persahabatan kita meski kita tak bersama lagi namun kenangan ini akan tetap bersamaku sahabat …jangan pernah lupakan kenangan kita jangan pernah engkau melupakan canda tawa dan cerita kita ingatlah janji yang sudah kita katakan “menjadi sahabat hari ini esok dan selamanya ” […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tentang Hujan dan Kenangan – oleh Anggina Putri Dinanti Jambak

Dulu aku suka hujan Sebab dibawah rintik hujan Banyak kisah yang kutulis denganmu Iya, bersama dia yang tak ingin ku lupa Dulu aku suka hujan Karna setiap air yang diteteskan Memberi kesejukan dikala membasahi pipi Dan memori tentangmu seolah membasahi detak waktu Namun kini entah kenapa? Aku seolah tak ingin hujan mengulang semua kenangan masa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

20 Februari – oleh Hasnur

Mentari datang menampakkan diri Mengetuk pintu permulaan hari Sinar cahaya menenangkan hati Memaksa mata berkonsentrasi Pukul lima empat puluh dua menit Kantuk yg kian membuntut Raut muka kekusaman kusut Lesu kemalasan pagi berturut Dua angka ku dapati pasti Dari kalender bulan februari Angka dua dan nol bersemi Hari ini dua puluh Februari Nalar ku memikir […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pertemuan Singkat – oleh Khafifah Anjar Riani

Sekilas langit berjumpa pelangi Selepas hujan bergemuruh angin Sekejap cahaya kilat menerpa Menghilang tanpa jejak Tak ada tanda dalam pertemuan singkat ini Hanya sekelebat bayangan dalam memori Terbungkus usang oleh debu masa lalu Tanpa permisi ia mengusik lagi Sebuah kenangan yg nyaris hilang terungkap Senyaman itu ia berulah Hingga perlahan sirna dari kehidupan Faktanya, Ia […]
Baca puisi selengkapnya…