Senja tak berwarna – oleh Linda Ristiani

senja bangunkan aku dalam mimpi setiap rintik yang datang tanpa permisi seakan cahaya tertelan atas keheningan bunga bunga telah mati tak jua dengan hati rindu hanya tentang perjalanan panjang pelangi hanya sebuah ilusi retak tak akan kembali memikat kau tak lagi sama senja tak lagi berwarna hati telah pergi cinta tak lagi dinanti masihkah kau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pagi yang dirindukan – oleh Rizki Ramadhan

Pagi yang dirindukan Alam yang basah, rumput berkedip malu malu Oh maaf itu embun, meminta ampun, seperti biasanya . . Padahal tersenyum Murni anginnya, menghirup pun tak tega, rasanya . Rebahkanlah dulu daun itu biarkan dia Asa di buai serasa melambai bernafas dengan santai biarkan semua lalu lalai Di genggam seorang pemuda harapan Bukan tanpa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Balaslah Perasaanku – oleh Rini Vian

Mengintai matamu yang sendu Menghirup aroma tubuhmu Mengalahkan cerita yang berseteru dengan debu Aku,demi Tuhan mencintaimu Seakan ada sebuah cerita,ada cerita mengandung masa yang mendatang Tentang aku yang terus dan terus mencintaimu Yang berani berkorban,ntah itu darah,nyawa,atau pun raga Ya hanya itu Sungguh,apa yang dapat kupertarungkan lagi demi hal ini Demi membuatmu mengerti betapa aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu – oleh Annisa wasy-Syifatul Anwar

Berawal dari kesiaan Tumbuhlah penyesalan Raib sudah segelintir kecintaan Penyiaan berbuahkan penyesalan Namun, tersirat kebencian Kebencian nan timbul tenggelam Dapatkah waktu ku putar kembali? Pabila sejak dulu ku sesali akankah ini terjadi? Kala ku dengar angin berberita Remuk rasanya relung jiwa Entah mengapa Kerinduan akan kasih dan sayang tereboisasi kembali Pantaskah sebuah ketulusan berbalas acuh? […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hal yang terakhir – oleh Vinaka Hestirani

Hal yang terakhir aku rasa adalah jatuh cinta… Akan tetapi cinta itu pergi, aku tau dimana ia pergi Kamu tahu… Mengapa aku tak mencari dan berusaha mencegah nya pergi Karena Ada bagian yang membuat ku yakin Sejauh apapun aku pergi jika itu milik ku akan menjadi milik ku Sejauh apapun aku kejar jika itu bukan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Suara Hati – oleh Mosdalifah

Malam ini,biarlah angin menyampaikan Rindu yang berceceran karena patah Mengulas kisah usang yang ku buka tak sanggup ku eja Coretan yang tertahan sebab tintanya yang hilang Didekatnya gambar insan tersenyum terang bagai bintang Saat dimana aku tak kuasa, menatap tatap yang telah lenyap Meredup dalam persembahan malam Yang telah disampaikannya sebab kepergiannya Suara Hati – […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bukan Malam – oleh Maulydia Ayu Ningrum

Peduli mengistimewakan jiwa tertentu Setelah dirasa, ternyata semua ini biasa Harus belajar bereaksi secara benar Karena terpukau itu masalah Karenanya segala hal jadi berbeda arti Menanggapi secara berlebih Begitulah Dilihat lagi teduh itu Sepertinya.. Dia tidak dijalanku Aku adalah malam Teduh itu subuh malam pergi dan teduh datang bukan untuk malam Tapi mencari pagi nya […]
Baca puisi selengkapnya…