Sebuah rasa dalam asa – oleh Rosita Nadif Priyatna

Ada rasa yang datang menghampiri, Membuat dilema tak mengerti. Sepertinya ini cinta, bukan obsesi. Percayalah, jangan marah dan mengertilah. Rasa ini datang tiba tiba Masuk dalam sebuah asa Tanpa tau akhirnya akan bagaimana. Rasa ini hadir begitu saja Tanpa tau apa penyebabnya Tak ada alasan yang turut menyertainya. Tak harus kau balaskan Aku tau ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Duri Bebatuan Tajam – oleh Indah Sari

Kala itu… Masih teringat Semaian kata kau bisikan ditelinga ini Janji suci… Terus kau taburkan Disudut hatiku terdalam Hingga bersemayam diakar penantian Ataukah malah mati terbakar Panasnya hati ini Dendam pahit Beribu kata yang kau rangkai Hanya sekedar meluluhkan hati ini Lalu ia bersemi Indah bermekaran Sesampai hati ini Larut dalam pelukan mu Getaran asmara […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tak Maksut Menggantungmu – oleh Sunny

Bukan itu maksutku Memberimu harapan palsu Tak tega aku menatapmu Yang sedih tanpa tau yang sebenarnya Aku hanya ingin sukses dahulu Sebelum aku menjalin cinta denganmu Sebenarnya aku pun juga mencintaimu Lebih dari kau mencintaiku Aku hanya ingin kau ikut bahagiaku Bukan ikut kesedihanku Tapi apadaya Kau tak sanggup menanti hingga aku pada tujuan Sampai […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tak Semudah Membalikan Telapak Tangan – oleh Ulan Fitriani

Kamu memberiku kekuatan sebuah cinta. Pada cinta yang membawaku pada rasa yang nyata, pada cemburu yang nyata, dan pada sakit yang menyiksa. Waktu menghimpitku untuk bergerak. Hatiku dan Pikiranku saling mengadu menentang rasa. Berucap tak berucap sama saja. Sakit dan sakit yang bersahaja. Ia menduduki posisi yang utama bagaikan raja. Padahal hatiku tak sekuat baja. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Awal kerinduan dan doa – oleh Agung Wahyu Jatmiko

Tahun yang berganti tanpa henti Membangunkan kembali ingatan yang hampir mati Menyusun kembali puing – puing yang berserakan Memaksa kesekian kali hati untuk merelakan Ya… semua tentangmu masih saja membayang Aku mengingat jumat pagi dan tangis yang terus menghampiri Juga derai kata maaf seiring keputusan yang kau sesali Pada hari itu, bukan perpisahan yang menuangkan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Untukmu yang menyadarkanku – oleh Sulistiani

Sudah jelas namun tak ku mengerti.. Sudah nyata namun tak ku pahami.. Sudah tampak namun tak ku hayati.. Maaf jika ku telah menahanmu untuk pergi.. Ku buka mataku perlahan.. Ku tata hatiku untuk yang ke depan.. Namun untuk memberi waktumupun kau enggan.. Karna kau telah temukan yang kau inginkan.. Aku sendiri dalam luka.. Aku termenung […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kesetiaan – oleh Agoes Darmawan

Malam malam menyala Ribuan sepi dihias rindu Pelan pelan membuatku perih Dari setengah jejak yang dilalui Diriku terjerat kesetiaan Tak mau lari dari kenyataan Mungkin sulit untuk kulepaskan semua Kebagiaan yang kini tinggal kenangan Aku punya cinta Namun hanya diriku yang punya Mengapa yang lain bisa Mengikat kesetiaan yang abadi Cinta ini hanya untukmu Sejak […]
Baca puisi selengkapnya…