Daku Berharap – oleh Ida Ismara

Jejak langkahku masih begitu jelas membayang Diatas sejengkal tanah ataupun di rimbun dedaunan Sunyiku bermandikan deraian air mata penyesalan Rintihanku tenggelam ditengah keheningan malam Ketika diriku tersungkur terjatuh di haribaan Hati dan jiwaku tenggelam di kebisuan malam Berbesar harap dapat kurasakan kebahagiaan Dan secercah sinar sebagai Penerang jalan Entah berapa lama tiada jua kabar berita […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Harapan Seorang Insan – oleh Wildan Hasibuan Amriansyah

Aku bersujud pada-Mu Disaat malam yang sepi, hening tanpa bunyi Serasa semua orang pergi, tinggal kita berdua disini, Tuhan Aku berdoa pada-Mu, Agar aku menjadi hamba yang baik Aku berdoa padamu, Agar aku tidak hidup pada kawasan paceklik Paceklik iman dan taqwa Aku ingin bertanya pada-Mu, Tuhan Kenapa manusia punya pikiran, tetapi tidak punya jalan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sang Pencipta – oleh Insanie Aura

Disaat kegelapan,kau lah penyuluhku disaat hilangnya arah,hanya kau lah penuntunku disaat aku kesulitan,kepadamu lah aku mengalirkan air mata juga disaat aku bahagia,kau lah tempatku berterima kasih segalanya aku curhatkan padamu wahai tuhanku… Bulan tak bercahaya jika tiada mentari siang dan malam tak berputar jika tiada masa begitu juga kehidupanku segala keluh kesah ini walau aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bersimpu dalam pundakmu tuhan – oleh Indah melani

Ingin ku bersimpu di pundakmu Ingin ku tenang dalam sandaranmu Karna ku tahu engkaulah yang lebih Memahamiku tanpa aku ceritakan kepadamu Meski lukaku tak begitu dalam Tapi aku tak ingin ada sedikit goresan Yang membuatku terluka karna cinta Tuhan Aku tahu aku mahluk lemah Hatiku tak sekuat baja Dan aku tak setegar manusia yang Engkau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Doa Pagi – oleh Ardi Suhardi

Matahari yang berpendar di ufuk timur Melebarkan gelisah paling resah Di antara awan gemawan Terselip doaku yang merebah gerah. Aku bukan anak yatim Ketika desah meraga dalam nubari Bila getar suara menyesak lara Doa adalah kosa kata pertama Dalam saku celana. Menatap matahari Seperti mata Tuhan yang bernanar Di pelipatan gerhana. Siapa yang setia memandang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Batas nafas – oleh Sidarta McMoe

Tak sabar… Bila telur ajaib di langit menetas dari barat Itulah bahwa aku pertanda total menyembahmu Waktu sudah pantas di pensiunkan Cerita tentang Adam bertekuk lutut pada hawa harus segera di tamatkan kitab – kita sudah terlalu banyak di cetak Hanya di ajarkan untuk hafalan Atau mendongeng di hadapan para pendengar Semua yang menjadi kebiasaan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sang Kekasih – oleh Lian Elyra ( RamliYanto)

Dia kekasih mu di hati Yang menjelaskan tentang matahari Menerangkan tentang manzila dan penciptaan Dia perempuan yang datang dengan kesucian Dia di ciptakan dari intisari surga melengkapi mu wahai alam Keharuman nya yang di rindukan adam Mentafsirkan keramahan surga dan kenikmatan bagi kita musafir jalanan Peliharalah malam mu Agar siang mu terang terang benderang Dia […]
Baca puisi selengkapnya…