Bingung! – oleh Ovan Sultan

Aku berjalan seperti orang bodoh Merasakan kehidupan yang ramai tapi sepi Sendiri setiap saat di kelilingi rasa penasaran yang kuat Ragaku sangat ingin berjalan jauh yang buat semua orang itu jadi tidak realistis lagi Aku merasa seperti anak kecil yang tak merasa takut sedikitpun untuk bermimpi Aku merasa kalau aku kuat untuk itu semua Karena […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Melawan Kepribadianmu – oleh Tsalis Acha

Dalam ramai apa kau tahu Bagaimana hati bisa membisu Walau beribu cinta datang menyapa Hati terbuka menyambut ramah Namun disini tetaplah aku Yang terpaut pada tenang sendu Diam, Mengais ingin dalam angan Pada sosok yang entah bagaimana caranya Atau mungkin Ia tidak akan pernah Tuk datang. Aku kehilangan akal Setelah jutaan kata ku lontar Diatas […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Egois – oleh Hilda Meliyana

Kata terucap.. Makna yang sesuai dengannya.. Takan pernah lupa.. Saat lisan berkata.. Akankah menyadari.. Perlakuan tidak disenangi.. Kata tersebut sangat dijauhi.. Kata yang menjadi penghancur.. Yang bermakna.. “Mementingkan diri sendiri”.. Sering menjadi penghancur.. Karena telah menguasai.. Akankah hidup tenang… Dengan perilaku … Yang tidak diinginkan.. Egois – oleh Hilda Meliyana
Baca puisi selengkapnya…

 

Bingung menyelimuti – oleh Ayya Suhayya

Bagai sayur tak bergaram Kopi tak bergula Hambar… Pahit… Kekurangan dirasa ini sungguh aneh Tenggelam dalam kebingungan Bingung akan rasa yang ku punya Bingung akan asa yanh ku damba Kemana ku harus melangkah ? Mundur terasa pahit Majupun begitu hambar Kaki terdiam dalam kebingungan Ku tutup sejenak mata ini Untuk meresapi makna hidup Tapi… Sungguh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Di Atas Segala Harap – oleh Iroel (Rudy)

Aku di lupa menyimak sebuah kata Perlahan dan bergumam dibuat terlena Sebuah kisah manusia tanpa rasa Menghadirkan harap yang kini jadi nyata Fatamorgana perjalanan hidup kau jalani Menyibakkan tabir segalanya dalam mimpi Dahagamu adalah gelap yang membuai Perihal hati yang sunyi mati terkunci Semalam kau adalah sebuah kesunyian Yang mendingin sepi tanpa harapan Dikelilingi putri […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rapuh kedua kali – oleh Karomah

Mencoba berdiri meski kaki telah lelah meniti hati ini keruh lagi untuk kedua kali Dia yang sama mencoba menyaring asa tersenyum meski getir yang ada aku rasa telah hancur adanya Rapuh lagi hati ni hancur lagi Dengan dia ah apa aku masih bisa jatuh cinta ke yang lainnya? Rapuh kedua kali – oleh Karomah Nganjuk
Baca puisi selengkapnya…